Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Penyakit Menular Seksual Melalui Peer Education Di Smpn 4 Gresik

Authors

  • Widyalita Fitrianur Universitas Muhammadiyah Gresik
  • Ervi Suminar Prodi Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah, Gresik
  • Yulantica Diaz Ahwalia Prodi Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah, Gresik
  • Umi Salamah Prodi Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah, Gresik
  • Nurun Nikmah Pendidikan Profesi Bidan, Universitas Noor Huda Mustofa, Bangkalan
  • Nurfadilah Asbi Prodi Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah, Gresik
  • Mezzaluna Antika Sari Prodi Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah, Gresik

Keywords:

Kesehatan Reproduksi, Remaja, Penyakit Menular Seksual, Penyuluhan, Peer Education

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai perubahan biologis, psikologis, dan sosial, terutama selama pubertas. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dapat menyebabkan ketidaksiapan remaja menghadapi perubahan tubuh serta meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko dan penyakit menular seksual (PMS). Hasil pengkajian awal di SMPN 4 Gresik menunjukkan bahwa 58,2% siswa belum mengetahui sistem reproduksi dan 62,7% belum mengetahui tentang PMS. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan PMS serta membentuk peer education sebagai wadah penyebaran informasi yang tepat. Metode: Kegiatan dilaksanakan secara edukatif pada 17 Juni 2026 di SMPN 4 Gresik dengan melibatkan 65 siswa kelas VIII. Metode kegiatan meliputi pengkajian pengetahuan awal, penyuluhan kesehatan menggunakan media PowerPoint dan leaflet, evaluasi pengetahuan, serta pembentukan peer education. Sebelum penyuluhan, sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan kurang, yaitu 38 siswa (58%), sedangkan pengetahuan baik hanya dimiliki 10 siswa (15%). Setelah diberikan penyuluhan, jumlah siswa dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 26 siswa (40%), sementara 15 siswa (23%) memiliki pengetahuan cukup dan 24 siswa (37%) masih dalam kategori kurang. Kegiatan juga menghasilkan pembentukan peer education sebagai wadah informasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Penyuluhan kesehatan reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan PMS. Pembentukan peer education diharapkan dapat mendukung keberlanjutan penyebaran informasi serta mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat, produktif, dan bertanggung jawab pada remaja.

Downloads

Published

2026-08-13