EDUKASI INTERAKTIF KESEHATAN REPRODUKSI DAN KEBERSIHAN GIGI BAGI REMAJA MENGGUNAKAN MEDIA TEKNOLOGI DI PESANTREN DAARUT TAUKHID AL MAKTUB

Authors

  • Tarbiyah Nurjanah Universitas Sains dan Teknologi Indonesia
  • Sri Utami Rizta Universitas Sains dan Teknologi Indonesia
  • Ervira Dwiaprini As Syifa Universitas Sains dan Teknologi Indonesia
  • Dwi Indah Purnama Universitas Sains dan Teknologi Indonesia
  • Andi Cahyono Universitas Sains dan Teknologi Indonesia

Keywords:

Edukasi Interaktif, Kesehatan Reproduksi, Kebersihan Gigi, Media Teknologi, Pesantren

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan santri remaja di Pesantren Daarut Taukhid Al Maktub mengenai kesehatan reproduksi dan kebersihan gigi melalui edukasi interaktif berbasis media teknologi. Intervensi dilaksanakan melalui video edukatif, modul digital, diskusi kelompok, kuis interaktif, serta praktik langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest pada 20 indikator pengetahuan. Hasil menunjukkan bahwa pada aspek kesehatan reproduksi, hanya 3 dari 10 indikator yang meningkat, terutama pada pengetahuan usia menstruasi pertama yang naik dari 34,2% menjadi 65,8% (+31,6%), sementara beberapa indikator mengalami penurunan, seperti pemahaman pubertas perempuan dari 94,7% menjadi 71,1% dan fungsi kondom dari 86,8% menjadi 76,3%. Sebaliknya, pada aspek kesehatan gigi dan mulut, 9 dari 10 indikator mengalami peningkatan, dengan kenaikan tertinggi pada pemahaman gejala gingivitis pubertas dari 28,9% menjadi 55,3% (+26,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa materi yang bersifat konkret dan disertai praktik langsung lebih mudah dipahami dibandingkan materi reproduksi yang sensitif secara budaya. Secara keseluruhan, edukasi interaktif berbasis teknologi meningkatkan partisipasi santri dan berkontribusi pada peningkatan pengetahuan terutama pada aspek kebersihan gigi. Program ini direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan dengan pendekatan bertahap, diskusi tertutup, dan dukungan peer educator agar hasil pembelajaran pada topik kesehatan reproduksi dapat lebih optimal.

Published

2025-12-31